PELATIHAN TATABOGA BAGI WANITA RAWAN SOSIAL EKONOMI

PELATIHAN TATABOGA BAGI WANITA RAWAN SOSIAL EKONOMI

 

Pelatihan tataboga bagi wanita rawan sosial ekonomi wilayah binaan P2WKSS kelurahan Cimpaeun kecamatan Tapos dibuka oleh ibu kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok dengan Intrukstur dari Dapur Kue dan 15 orang peserta yang berasal dari wilayah Kelurahan Cimpaeun Kecamatan Tapos, lamanya pelatihan 19- 30 Agustus 2016.

Harapan ibu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok,  Berkembangnya usaha kuliner yang begitu pesat tentu membuat setiap orang ingin mencari peluang usaha di bidang ini. Hal ini membuat sebagian orang yang belum mempunyai bekal ketrampilan di bidang kuliner ingin sekali belajar ataupun memperdalam pengetahuannya di bidang ini.

Alasan ini pula yang menjadi dasar diadakannya pelatihan tata boga, Sebagai keterampilan daripada bakat dan setiap keterampilan perlu dilatih untuk dapat dikuasai. Saat ini, begitu banyak pilihan makanan yang tersedia untuk kita jadikan menu saat kita makan. Hal ini bisa dilihat dari begitu banyaknya tempat atau tongkrongan yang menyajikan beraneka ragam jenis dan pilihan makanan yang membuat orang ingin sekali untuk mampir menikmati makanan tersebut, atau pun untuk sekedar tempat berkumpul dengan teman, keluarga, atau sanak saudara. Karena hal itulah, saat ini banyak orang yang ingin mencoba terjun atau mendalami  sebuah bisnis kuliner.  Saat ini, usaha kuliner sedang berkembang dengan pesatnya, sehingga membuat sebagian orang  yang belum mempunyai bekal keterampilan di bidang kuliner ingin sekali belajar ataupun memperdalam pengetahuannya di bidang ini. Keuntungan dari bisnis ini pun bisa dikatakan baik.

Sekarang ini, tidak hanya orang dewasa saja yang terjun langsung dalam bidang kuliner, namun juga ada sebagian remaja ataupun anak kuliahan yang berani membuka usaha kuliner, dan bahkan ada sebagian dari remaja tersebut yang sukses dalam bidang ini. Namun, tak jarang juga orang dewasa yang mampu mengelola bisnis tersebut sehingga ia sukses berbisnis dalam bidang kuliner ini, bahkan untuk memulai sebuah bisnis masih terasa belum mudah. Sukses atau tidaknya dalam bisnis ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti dari jenis makanan yang kita sajikan, penyajian makanan, harga yang ditetapkan, serta hal-hal lain yang harus diperhatikan. Selain itu, dibutuhkan strategi khusus agar usaha kuliner yang dijalankan tetap eksis dan bertahan seiring meningkatnya persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu, diperlukannya pelatihan bisnis kuliner yang di dalamnya terdapat tahap tahap dalam membuat atau membangun bisnis, bagaimana cara memulainya, dan apa saja strategi yang dilakukan untuk pemula bisnis kuliner.

Kompetensi yang akan diperoleh setelah mengikuti pelatihan ini adalah:.

  1. Peserta mampu membuka peluang usaha yang dapat ditumbuh kembangkan oleh para peminat yang profesional mulai dari yang sederhana sampai yang berwawasan Internasional seperti Pastry & Bakery.
  2. Peserta Mampu dalam mengolah, menata, dan menyajikan makanan dan patiseri di Industri Jasa Boga
  3. Peserta Mampu berinovasi menciptakan dan mengembangkan ilmu bidang boga
  4. Menunjukkan kepekaan yang bertanggung jawab terhadap tata nilai sejarah makanan, pola makan, yang berlaku di masyarakat atau kelompok
  5. Membangun ketrampilan dan kreativitas..
  6. Mendorong terbukanya peluang usaha
  7. Meningkatkan peluang usaha dalam bidang cake

IMG-20160826-WA0014 IMG-20160826-WA0015 IMG-20160826-WA0016 IMG-20160826-WA0017 IMG-20160826-WA0018 IMG-20160826-WA0019 IMG-20160826-WA0020 IMG-20160826-WA0021 IMG-20160826-WA0022 IMG-20160826-WA0023 IMG-20160826-WA0024

Leave a comment