PELATIHAN KOMPUTER KEG. PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

PELATIHAN KOMPUTER KEG. PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Pelatihan Komputer berbasis Kompetensi  yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Tenaga kerja  Kota Depok yang dibuka oleh Ibu Kepala Dinas Diah Sadiah yang bertempat di LPIA Jalan Margonda dengan jumlah peserta sebanyak 43 Orang yang berasal dari Kota Depok yang diselenggarakan 15-26 Oktober 2018  dengan Instruktur dari IT CERMAT.

IT Cermat ini bergerak dibidang sosial dan kemanusiaan dengan spesialisasi bidang teknologi informasi dan komunikasi. Tujuannya menjadi lembaga yang dapat memberikan edukasi di bidang Tekonologi kepada masyarakat, melakukan pemberdayaan dan mengerjakan project sosial kemanusiaan

Saat ini, kebutuhan pelatihan komputer sangat tinggi. Karena seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, hampir setiap aktifitas pekerjaan menggunakan komputer sebagai alat bantu utamanya. Selain itu, perkembangan internet juga menjadi salah satu hal yang membuat kebutuhan untuk menguasai komputer dan internet semakin tinggi. Pelatihan komputer ini dapat menjadi sebuah solusi untuk meningkatkan kompetensi seseorang  sehingga dapat memberikan pengaruh yang baik dalam kemajuan kemampuan

Pada era digital sekarang ini, komputer dapat dikatakan menjadi kebutuhan manusia modern yang mendasar. Komputer merupakan sebuah perangkat yang menjadikan kegiatan manusia lebih efektif dan efesien untuk mengolah data, mengolah angka dan bahkan menjadi sarana untuk menyampaikan informasi yang akurat. Didukung dengan adanya perkembangan jaringan internet akan menjadikan kinerja komputer semakin mudah dan menyenangkan. Nah, untuk itulah mempelajari komputer akan mendatangkan banyak kemudahan dan manfaat baik untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Karena perkembangan teknologi yang semakin pesat ini pula membuat setiap kegiatan sehari-hari manusia membutuhkan bantuan komputerKomputer akan membantu, tetu saja dengan pemahaman tata cara pengoperasian oleh penggunanya. Dalam komputer sendiri memiliki tiga elemen dasar agar komputer dapat bekerja seperti bagaimana mestinya. Tiga elemen dasar ini adalah hardware, software dan brainware.
Hardware adalah perangkat komputer yang lengkap seperti cpu, monitor, keyboard, mouse dan sound. Selain hardware ada pula software, yakni aplikasi yang digunakan agar komputer dapat berkerja sesuai dengan apa yang di butuhkan oleh penggunanya. Beberapa jenis software yang paling sering digunakan adalah Microsoft office yang merupakan aplikasi pengolah data. Elemen dasar ketiga adalah brainware, brainware dapat dikatakan sebagai orang yang

mengoperasikan komputer yang merupakan perangkat yang terpenting bagi komputer agar dapat bekerja. Tentu saja, jika saja sudah tersedia komputer berikut segala perangkat dan aplikasinya namun tak ada yang mengoperasikan komputer hanya benda mati yang tak berarti.
Pendidikan, informasi, hiburan bahkan untuk manjalankan bisnis manusia dalam era digital dituntut untuk mengetahui dan menguasai cara kerja komputer.

Untuk menjadikan komputer menjadi perangkat yang memiliki manfaat mempermudah pekerjaaan manusia dalam berbgai bidang, diperlukan kemampuan mengoperasikan komputer dengan baik dan benar. Memang untuk dapat menguasai dan memahami cara kerja komputer tidak dapat dilakukan secara lansung, melainkan memerlukan proses untuk pemahaman secara keseluruhan.

kebutuhan pemahaman teknologi saat ini sangatlah penting, agar apa yang digunakan ada manfaatnya bagi pengguna. Maka itu, materi yang disampaikan dalam setiap pelatihan IT oleh lembaga ini langsung diberikan life skill. Seperti desainer, pemrograman, digital marketing, animasi, operasional komputer, hingga dasar-dasar komputer

selain pemahaman dan pelatihan Komputer, tetapi juga bisa menjadikan sarana untuk berusaha mandiri dalam menggunakan jaringan internet dan media Sosial sebagai sarana pemasaran prodak secara digital.

PELAYANAN MEDIASI DINAS TENAGA KERJA KOTA DEPOK

PELAYANAN MEDIASI DINAS TENAGA KERJA KOTA DEPOK

 

BKOL ONLINE

BKOL ONLINE

 

Diharapkan dengan layanan baru dapat mempermudah para Pencari kerja khususnya Warga kota Depok hanya dengan membuka atau mengaksesnya melalui Ponsel berbasis Android, selain bisa di gunakan untuk pendaftaran kartu Ak I, bisa untuk Info Lowongan Kerja.

bkol.depok.go.id

 

PELATIHAN MENJAHIT KEGIATAN BERBASIS MASYARAKAT

PELATIHAN MENJAHIT KEGIATAN BERBASIS MASYARAKAT

Pelatihan Diikuti Sebanyak 25 Orang yang berasal dari Kelurahan Mekarsari, Kelurahan Beji timur, Kelurahan Beji,Kelurahan Cisalak, Kelurahan Mekarjaya dan Kelurahan Pancoran Mas  mengikuti pelatihan kejuruan Menjahit  Dinas tenaga Kerja Kota Depok Pada Tanggal 17-26 September 2018 (8 Hari) yang laksanakan di Wisma Hijau cimanggis Depok .dengan intruktur dari LPK Rachma.

Harapannya kebijakan yang ditempuh Dinas Tenaga Kerja  Depok di bidang Pelatihan dan Produktifitas dan bina LPK  adalah menciptakan lapangan kerja, produktif dan berkelanjutan. “Pelatihan kerja merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk mendapatkan atau membuka suatu lapangan pekerjaan, manakala dalam suatu bidang usaha atau pekerjaan, membutuhkan seseorang dengan keterampilan khusus,” katanya . Pelatihan kerja merupakan salah satu upaya mengatasi pengangguran dimana menetapkan masyarakat sebagai subyek dalam pelaksanaannya.

BURSA KERJA ON LINE

BURSA KERJA ONLINE

Pembuatan Kartu Angkatan Kerja I bisa di buat secara On LINE

bkol.depok.go.id

 

Semoga bisa mempermudah Pelayanan Kepada Masyarakat Kota Depok dalam pembuatan Kartu AK I

Sosialisasi PP (Peraturan Perusahaan ) PKB (Perjanjian Kerja Bersama) Lembaga Kerjasama BIPARTIT dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

Sosialisasi PP (Peraturan Perusahaan ) PKB (Perjanjian Kerja Bersama) Lembaga Kerjasama BIPARTIT dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

 

Dinas Tenaga Kerja   Kota Depok   mengadakan Sosialisasi Sosialisasi PP (Peraturan Perusahaan ) PKB (Perjanjian Kerja Bersama) Lembaga Kerjasama BIPARTIT dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), yang dilaksankan di Wisma Hijau Cimanggis pada tanggal 29   Agustus 2018 yang di buka oleh Ibu Kepala Dinas Tenaga Kerja   Kota depok Diah Sadiah, dengan pembicara/ Narasumber  APPINDO dan peserta yang hadir sebanyak 50 orang dari perusahaan yang ada di kota Depok.

Perlindungan pekerja termasuk perlindungan atas hak – hak dasar pekerja / buruh. Pembangunan ketenagakerjaan dilaksanakan untuk mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, makmur serta Tenaga kerja memiliki kedudukan sebagai pelaku pembangunan dan pelaku ekonomi baik secara individu maupun secara kelompok sehingga mempunyai peranan yang sangat signifikan dalam aktifitas perekonomian rasional yaitu meningkatkan produktivitas dan kesehjahteraan masyarakat.

Dasar hukum pembentukan LKS Bipartit adalah Undang-undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 32 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Pembentukan dan Susunan Keanggotaan Lembaga Kerjasama Bipartit merupakan.

Lembaga Kerja Sama Bipartit( LKS Bipartit) dapat diartikan sebagai forum komunikasi dan konsultasi terkait hal-hal yang berkaitan dengan hubungan industrial di satu perusahaan yang anggotanya terdiri dari pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh yang sudah tercatat di instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan atau unsur pekerja/buruh. LKS Bipartit memiliki fungsi sebagai forum komunikasi, dan konsultasi terkait hal ketenagakerjaan di perusahaan, yang bertujuan untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan di perusahaan.

Mengacu pada fungsi tersebut, LKS Bipartit bukanlah lembaga pembuat keputusan, ataupun tempat melakukan perundingan terkait sauatu hal baik yang bersifat normatif maupun non-normatif. Dalam LKS Bipartit, baik pihak pengusaha maupun serikat pekerja/serikat buruh hanya dapat melakukan aktivitas komunikasi dan konsultasi dalam arti menyampaikan informasi, pandangan, pendapat ide dan saran terkait ketenagakerjaan di perusahaan.

Isi dan ketentuan dalam perjanjian kerja bersama paling sedikit harus sama dengan ketentuan yang disyaratkan oleh hukum nasional; tidak boleh bertentangan dengan hukum nasional, dan jika terdapat perbedaan, maka ketentuan pada perjanjian kerja tersebut batal demi hukum dan syarat yang tertuang dalam hukum nasional yang berlaku.

Sekurang-kurangnya, PKB harus mencakup nama dan alamat perusahaan; nama dan alamat pihak yang bernegosiasi; hak dan tanggung jawab pengusaha, serikat pekerja serta pekerja; masa berlaku PKB; dan tanda tangan pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan PKB.

Masa berlakunya perjanjian kerja bersama paling lama dua tahun, dan dapat diperpanjang paling lama satu tahun berdasarkan kesepakatan tertulis antara pengusaha dan serikat pekerja.

Negosiasi PKB dapat dimulai paling cepat tiga bulan sebelum masa berakhir PKB. Jika negosiasi PKB baru gagal menghasilkan kesepakatan, maka PKB yang telah ada masih tetap berlaku paling lama selama 1 tahun.

Pengusaha dan serikat pekerja harus melaksanakan semua ketentuan dari perjanjian tersebut serta menginformasikan isi perjanjian tersebut kepada pekerja.

PKB harus tertulis dalam Bahasa Indonesia dan ditandatangani semua perwakilan pengusaha dan serikat pekerja.

REFERENSI HUKUM:

UU SERIKAT PEKERJA NO. 21 TAHUN 2000, PASAL 4, 25;

UU KETENAGAKERJAAN NO. 13 TAHUN 2003, PASAL 116, 118, 123-124, 126;

PERATURAN MENAKERTRANS NO. KEP.16/MEN/XI/2011, PASAL 12-29.

BWI

PEMBUKAAN PESERTA TRANSMIGRASI TAHUN 2018

PEMBUKAAN PESERTA TRANSMIGRASI TAHUN 2018

 

Dinas Tenaga Kerja Kota Depok   membuka pedaftaran Calon Peserta Transmigrasi tahun 2018 dengan persyaratan sebagai berikut :

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Berkeluarga
  3. Berusia Antara 18-50 Tahun
  4. Belum pernah bertransmigrasi
  5. KTP Suami Istri Kota Depok
  6. Berbadan sehat
  7. Memiliki ketrampilan sesuai kebutuhan untuk mengembangkan potensi sumberdaya yang ada di lokasi tujuan
  8. Fc Surat Nikah
  9. Pas Foto 3×4 dan  4×6
  10. Lulus seleksi

Untuk Informasi datang langsung ke Dinas Tenaga Kerja  Kota Depok di Jalan Margonda Raya No 54 Gedung Baleka II Lantai 8 dan menghubugi bpk Kiyat Subardi

Tentang Transmigrasi

Tujuan resmi program ini adalah untuk mengurangi kemiskinan dan kepadatan penduduk di pulau Jawa [1], memberikan kesempatan bagi orang yang mau bekerja, dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja untuk mengolah sumber daya di pulau-pulau lain seperti PapuaKalimantanSumatra, dan Sulawesi. Kritik mengatakan bahwa pemerintah Indonesia berupaya memanfaatkan para transmigran untuk menggantikan populasi lokal, dan untuk melemahkan gerakan separatis lokal. Program ini beberapa kali menyebabkan persengketaan dan percekcokan, termasuk juga bentrokan antara pendatang dan penduduk asli setempat.

Seiring dengan perubahan lingkungan strategis di Indonesia, transmigrasi dilaksanakan dengan paradigma baru sebagai berikut:

Mendukung ketahanan pangan dan penyediaan papan

Mendukung kebijakan energi alternatif (bio-fuel)

Mendukung pemerataan investasi ke seluruh wilayah Indonesia

Mendukung ketahanan nasional pulau terluar dan wilayah perbatasan

Menyumbang bagi penyelesaian masalah pengangguran dan kemiskinan

Transmigrasi tidak lagi merupakan program pemindahan penduduk, melainkan upaya untuk pengembangan wilayah. Metodenya tidak lagi bersifat sentralistik dan top down dari Jakarta, melainkan berdasarkan Kerja sama Antar Daerah pengirim transmigran dengan daerah tujuan transmigrasi. Penduduk setempat semakin diberi kesempatan besar untuk menjadi transmigran penduduk setempat (TPS), proporsinya hingga mencapai 50:50 dengan transmigran Penduduk Asal (TPA).

Dasar hukum yang digunakan untuk program ini adalah Undang-Undang Republik Indonesia]] Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian (sebelumnya UU Nomor 3 Tahun 1972)dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Transmigrasi (Sebelumnya PP Nomor 42 Tahun 1973), ditambah beberapaKeppres dan Inpres pendukung.

 

Pelayanan Mediasi Dinas Tenaga Kerja Kota Depok

Pelayanan Mediasi Dinas Tenaga Kerja Kota Depok

Penilaian Pekerja Teladan Tingkat Provinsi Jawa barat

Penilaian Pekerja Teladan Tingkat Provinsi Jawa barat

Menjadi karyawan teladan, bisa dikata menjadi salah satu tujuan dari banyak orang yang bekerja pada sebuah perusahaan. Tentunya bukan tanpa alasan. Mendapat label sebagai seorang karyawan yang baik akan membuka peluang bagi peningkatan karir dan kenaikan jabatan. Pada akhirnya tentu akan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi diri seseorang.

ANALISA PASAR KERJA

ANALISA PASAR KERJA

 

Dasar Hukum

Berdasarkan Kepmen No 12 tahun 2010 : melaksanakan persiapan bahan perumusan kebijakan, penyusunan standar, norma, pedoman, Kriteria, prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang analisis pasar kerja dalam negeri

 

Analisis pasar kerja Dalam Negeri

  • Mengetahui kondisi pasar kerja dalam negeri
  • Mngetahui potensi pasar kerja dalam negeri yang diakibatkan oleh percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia
  • Memberikan gambaran tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia
  • Bahan perencanaan kebutuhan pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan dunia usaha di Indonesia

Analisis pasar Kerja Luar Negeri

  • Mengidentifikasi peluang pasar kerja di luar Negeri
  • Mengetahui kondisi pasar luar negeri
  • Mengidentifikasi kesiapan Indonesia dalam mengahadapi perdagangan bebas bidang  jasa sisi suplly
  • Memproteksi pasar kerja dalam negeri dari perdagangan bebas bidang jasa
  • Membuka akses pasar kerja di luar negeri
  • Memberikan informasi mengenai perkembangan kerjasama internasional bidang jasa  ( Bilateral, Multilateral, trilateral, purilateral)

 

Fungsi Pasar Kerja

  1. Untuk rencana pembangunan
  2. Untuk mengetahui prilaku, karakteristik dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan maupun yang tersedia
  3. Untuk memperoleh informasi dalam decision making yang baik dari sisi pencaker (S) maupun dari sisi pemberi kerja (D) untuk perenanaan kebutuhan pelatihan

 

Para pelaku di pasar kerja

  1. Pencari kerja  (Pencaker)Setiap orang yang mencari kerja baik karena menganggur, putus hubungan kerja maupun orang yang sudah bekerja tetapi ingin mendapatkan pekerjaan lebih baik yang sesuai dengan pendidikan, bakat, minat, dan kemampuan yang dinyatakan melalui aktivitas mencari pekerjaan.
  2. Pemberi kerja Perorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar imbalan berupa upah atau gaji
  3. Perantara Media atau lembaga yang mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja, misalkan agen penyalur tenagakerja, bursa kerja, dan head hunter ( pihak Ketiga  yang menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan sebagai imbalan head hunter akan memperoleh prestasi gaji dari orang yang diterima bekerja atau komisi dari perusahaan.

 

Kondisi Tenaga Kerja dan pemberi kerja

Kesulitan bagi tenaga Kerja

  1. Unskill worker
  2. Kurang informasi
  3. Kurang pengalaman
  4. Pendidikan tidak sesuai syarat jabatan
  5. Lowongan terbatas
  6. Kurang memahami perkembangan teknologi
  7. Akresisi ekonomi
  8. Mutu llk rendah
  9. Biaya pendidikan dan kursus mahal
  10. Instabilitas

 

Kesulitan Bagi User

  1. Krisis ekonomi
  2. Instabilitas
  3. Pendidikan Tenaga Kerja tidak memenuhi syarat jabatan
  4. Informas/ data base tenaga kerja terbatas
  5. Mutu pendidikan rendah
  6. Pengalaman kerja kurang
  7. Program pendidikan nasional belum matching dengan duni usaha

 

Dalam proses ini, baik pencari kerja maupun pengusaha dihadapkan kepada kenyataan bahwa:

  1. Pencari kerja mempunyai tingkat pendidikan, keterampilan, kemampuan, tingkat produktivitas kerja dan sikap pribadi yang berbeda
  2. Tiap lowongan pekerjaan mempunyai sikap pekerjaan yang berlainan dan membutuhkan tenaga dengan tingkat pendidikan, keterampilan bahkan dengan sikap yang berlainan pula
  3. Perbedaan pencari kerja dan lowongan kerja mengakibatkan bahwa tidak setiap pelamar dapat cocok dan dapat diterima mengisi lowongan yang ada
  4. Setiap usaha atau unit usaha mempunyai lingkungan kerja yang berbeda : masukan/ keluaran teknologi, management, lokasi passer dan lain lain
  5. Dengan kondisi dan kemampuan perusahaan yang berbeda, tiap pencari kerja mempunyai preferensi yang berbeda akan lowongan pekerjaan

 

Manfaat Analisis Pasar kerja

Mengumpulkan data mengenai penyediaan tenaga tak terdidik dan tenaga terdidik baik yang sudah bekerja, yang sedang mencari pekerjaan maupun yang dalam waktu dekat secara potensial akan mencari pekerjaan

 

Mengumpulkan data mengenai komposisi pekerjaan dan lowongan kerja disektor formal baik di kantor kantor pemerintah  pengumpulan perusahaan maupun swasta

 

Mengumpulkan data mengenai komposisi pekerjaan dan kesempatan kerja disektor informal terutama di sector pertanian dan jasa jasa

 

Memelihara dan menyimpan data baik dalam bentuk dokumentasi maupun dalam bentuk pita pita computer

 

Menyebarluaskan informasi pasar kerja dalam bentuk surat pemberitahuan kepada pencari kerja dan perusahaan berita pasar kerja. Pengguna mass media dan meneruskan informasi tersebut ke badan atau lembaga yang membutuhkannya untuk analisa dan pengambilan keputusan

 

Membuat analisa dan interpretasi passer kerja  dan mencoba menjelaskan sebab sebab kejadian pasar kerja

 

Menyususn perkiraan dan proyeksi penyediaan dan kebutuhan tenaga kerja untuk beberapa tahun kedepan bedasarkan analisa kejadian pasar kerja diwaktu lalu.

 

Keuntungan analisis pasar kerja

 

  1. Membantu para pencari kerja dalam memperoleh pekerjaan yang sesuai
  2. Membantu orang orang atau lembaga lembaga yang memerlukan tenaga kerja
  3. Membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan
  4. Sebagai saran informasi perluasan lapangan pekerjaan
  5. Sebagai sarana memperoleh pendapatan devisa, contohnya pengiriman TKI keluar Negeri