SOSIALISASI JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA

Sosialisasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Acara Di Laksanakan Di Wisma Hijau pada Tanggal 20 Maret 2018 dan Di Buka Oleh Ibu Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Depok Diah sadiah, Dengan Jumlah Peserta Sebanyak kurang Lebih 25 Orang dari Unsur Perusahaan dan Pekerja yang ada diwilayah Kota Depok

Pasal 13 ayat (1) UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) menyebutkan, pemberi kerja secara bertahap wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta kepada Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS), sesuai dengan program jaminan sosial yang diikuti.

Berdasarkan bunyi ayat tersebut di atas berarti pemberlakuan jaminan sosial hanya mencakup tenaga kerja formal yang bekerja di perusahaan (berbadan hukum), sedangkan bagi tenaga kerja informal hal itu tidak tercantum. Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana tenaga kerja di sector informal berpeluang untuk mendapatkan jaminan sosial, turut serta dalam program ini? Lembaga atau badan mana yang akan memperhatikan kepesertaannya sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan pelaksanaannya?

UU SJSN telah mengatur secara tegas bahwa seluruh warga Negara wajib turut serta dan memperoleh manfaaat jaminan sosial. Pasal 5 (2) UU BPJS juga menyatakan kewajiban tersebut dengan cakupan pertama, BPJS I mengatur kesehatan, yakni seluruh warga negara akan memperoleh jaminan kesehatan yang dijalankan oleh BPJS I, dimana fakir miskin dan mereka yang tidak mampu iurannya dibayar oleh negara. Kedua, BPJS II mengatur Ketenagakerjaan, yakni mencakup program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Pensiun (JP), akan dilebur dari program Jamsostek dengan tujuan meningkatkan pemberian manfaat terhadap para peserta jaminan sosial.

Bahwa tujuan dari sosialisasi ini adalah memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah untuk memaksimalkan penyelenggaraan perlindungan masyarakat khususnya tenaga kerja melalui jaminan sosial, memberikan apresiasi kepada perusahaan peserta untuk memberikan perlindungan bagi para pekerjanya dengan memaksimalkan kepatuhan terhadap pelaksanaan peraturan jaminan sosial, meningkatkan kepedulian dan citra positif program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pemerintah,perusahaan dan masyarakat dan meningkatkan dukungan pemerintah provinsi,Kabupaten dan Kota dalam meningkatkan cakupan kepesertaan serta meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan bidang jaminan sosial ketenagakerjaan.

 

Pembukaan Bursa Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Depok

BURSA KERJA DINAS TENAGA KERJA KOTA DEPOK

BURSA KERJA DINAS TENAGA KERJA KOTA DEPOK

BURSA KERJA

PELAKSANAAN FORUM OPD DAN RENJA DINAS TENAGA KERJA KOTA DEPOK

PELAKSANAAN FORUM OPD DAN RENJA DINAS TENAGA KERJA KOTA DEPOK

Disnaker  adalah salah satu OPD di Lingkungan  Pemkot  Depok yg mempunyai tugas menangani urusan dan masalah ketenagakerjaan, masalah besar  yang cukup penting dalam kehidupan masyarakat

Visi Kota Depok Adalah Kota Depok Yang Unggul, Nyaman dan Religius, oleh karena itu Dinas Tenaga Kerja   Kota Depok akan melaksanakan beberapa Kebijakan sebagai berikut :

  1. Menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas
  2. Mengmbangkan sistem Informasi ketenagakerjaan
  3. Melaksanakan Fasilitasi Hubungan Industrial
  4. Peningkatan Kompetensi Usia Kerja
  5. Peningkatan Perlindaungan Tenaga Kerja
  6. Peningkatan Perluasan Kesempatan Kerja

Disnaker  sangat Optimis dengan Melakukan tahapan peningkatan kompetensi dan peluang kerja bagi pencari kerja Produktif, peningkatan kesepahaman dan harmonisasi Hubungan Industrial, Terwujudnya Iklim Ketenagakerjaan yang kondusif Kota Depok, oleh kerena itu melalui Forum OPD ini keserasian dan sinergitas Program Dinas Tenaga Kerja Kota Depok dengan Steakholder dalam menyelesaikan masalah Ketenagakerjaan dapat terlaksana dengan baik.

 

Penawaran Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Akademi Perkeretaapian Indonesia Tahun 2018

Penawaran Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Akademi Perkeretaapian Indonesia Tahun 2018

  1. Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia sebagaimana UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Akademi Perkeretaapian Indonesia Madiun akan melaksanakan Diklat Teknis Perkretaapian yang dibiayai oleh DIPA API Madiun Tahun 2018 dan ditujukan bagi masyarakat umum dengan jadwal sebagaimana terlampir.
  2. Biaya penyelenggaraan diklat ditanggung oleh Akademi Perkeretaapian Indonesia Madiun. Pendaftaran usulan calon peserta diklat dapat disampaikan melalui surat ke AKADEMI PERKERETAAPIAN INDONESIA (UNIT PELATIHAN), JL. TIRTA RAYA KOTA MADIUN, JAWA TIMUR 63129, atau melalui TELP. (0351) 474777 dan fax (0351) 464788, serta email : pelatihan.apim@gmail.com, informasi lebih lanjut dapat menghubngi sdr. Rinto Rakhmatullah (081273713210) dan sdr. surya Dwi Lestari (085731763163).

PELATIHAN DESAIN GRAFIS

PELATIHAN DESAIN GRAFIS

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan teks dan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin.Perkembangan Generasi, Generasi muda merupakan generasi penerus perjuangan bangsa dan sumber daya insani bagi pembangunan nasional, diharapkan mampu memikul tugas dan tanggung jawab untuk kelestarian kahidupan bangsa dan negara.

Pelatihan Desain Grafis  yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Tenaga kerja Kota Depok yang dibuka oleh Ibu Kepala Dinas Diah Sadiah yang bertempat di Ruang Pelatihan Nurul Fikri dan  diselenggarakan pada tanggal 07 Agustus sampai dengan 04 September  2017 dengan Instruktur dari Nurul Fikri dan  peserta berasal dari warga kota Depok diharapkan bisa menjadikan generasi muda yang mendiri mampu berwirausaha dan berdaya saing.

Tujuan Desain grafis

Tujuan Desain grafis merupakan cara berkomunikasi dalam bentuk visual yang menggunakan fasilitas gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Secara umum, orang akan lebih cepat menerima pesan dalam bentuk visual dibandingkan dalam bentuk teks. Bentuk visual juga lebih universal ditangkap oleh manusia dengan berbagi latar belakang yang berbeda.

Untuk itu generasi muda perlu mendapatkan perhatian khusus dankesempatan yang seluas?luasnya untuk dapat tumbuh dan berkembang secara wajar  baik jasmani, rohani maupun sosialnya. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, terdapat generasi muda yang menyandang permasalahan sosial seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan obat dan narkota, anak jalanan dansebagainya baik yang disebabkan oleh faktor dari dalam dirinya (internal) maupundari luar dirinya (eksternal).

Dari sinilah mereka bisa menumbuhkan berfikir kreatif dalam membuat suatu karya yang mereka inginkan dan tidak harus menggunakan narkoba dan lain sebagainya Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia. Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar dan tata letak.

Pelatihan dengan materi Desain Grafis sangat dibutuhkan oleh setiap instansi, karena media komunikasi visual merupakan media penyampaian informasi yang efektif untuk tujuan internal organisasi maupun eksternal (publik), karena secara umum orang akan lebih mudah memahami dan menerima pesan dalam bentuk visual dibanding dalm bentuk teks biasa.

Oleh karena itu perlu adanya upaya, program dan kegiatan yang secara terus menerus melibatkan peran serta semua pihak baik keluarga, lembaga pendidikan, organisasi pemuda, masyarakat dan terutama generasi muda itu sendiri.  Oleh sebab itu, generasi muda sekarang harus mempunyai sifat kreatifitas agar mereka dapat berekspresi. Contohnya dapat dilakukan dengan pengenalan suatu karya atau suatu desain dalam bentuk grafis ataupun visual .

 

BURSA KERJA

BURSA KERJA

KUNJUNGAN KEPALA DINAS TENAGA KERJA KAB PASURUAN

KUNJUNGAN KEPALA DINAS TENAGA KERJA KAB PASURUAN

Bursa Kerja Dinas Tenaga Kerja

Bursa Kerja Dinas Tenaga Kerja

Peserta Pencari Kerja memanfaatkan momen kegiatan Bursa Kerja yang di fasilitasi oleh Pemerintah Kota Depok melalui  Dinas Tenaga Kerja.

KEGIATAN PADAT KARYA PERKOTAAN KELOMPOK BUDI DAYA IKAN LELE DINAS TENAGA KERJA KOTA DEPOK DI WILAYAH KECAMATAN CIPAYUNG

KEGIATAN PADAT KARYA PERKOTAAN KELOMPOK BUDI DAYA IKAN LELE DINAS TENAGA KERJA KOTA DEPOK DI WILAYAH  KECAMATAN CIPAYUNG

 

Padat Karya Perkotaan Kelompok Budi Daya Ikan Lele (Produktif) yang diadakan Dinas Tenaga Kerja Kota Depok  bertujuan untuk memanfaatkan dan mengolah sumber daya alam yang ada di daerah tersebut menjadi suatu kegiatan yang produktif serta menghasilkan yang pada akhirnya masyarakat mampu mengolah sumber daya alam tersebut menjadi sumber mata pencaharian yang berkesinambungan.
Membuka lapangan kerja baru bagi masyarkat dengan mempekerjakan masyarakat setempat yang pada akhirnya dapat mengurangi penganggur maupun setengan pengagur
Kegiatan Padat KaryaPerkotaan untuk Tahun Anggaran 2017  berupa pembudidayaan ikan lele melalui pembuatan Kolam yang berlokasi di Kelurahan Cipayung  Kecamatan Cipayung .

Adapun peserta dari Kegiatan padat Karya ini adalah warga dari Kelurahan Cipayung Kecamatan Cipayung  dengan kriteria Jumlah pengangguran & setengah pengangguran  yg tinggi Kemiskinan,   Pendayagunaan penganggur & ½ penganggur.

Budidaya ikan lele, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan lele semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen.

Budidaya lele dapat dilakukan di kolam tanah, bak permanent maupun bak plastik. Usahakan air dapat mengalir mengalir. Sumber air dapat berasal dari air sungai mapun air sumur. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32°C. Suhu air mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air. Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran sesuai dengan lokasi. Kedalaman kolam berkisar antara 1,0-1,5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0,4%. Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan-ikan jangan ada yang lolos keluar/masuk.